Mungkin sebagian teman teman yang dari SMA/SMK/MA mempunyai rencana untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. dan aku adalah salah satu orang yang ngerasa pas kuliah salah jurusan hiks.
setelah lulus SMA karena sesuatu dan lain hal akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di Jogja dan mengambil jurusan D3 kebidanan dengan berbagai pertimbangan. meskipun menjalani kuliah dengan setengah hati akhirnya dalam jangka waktu 3 tahun lulus juga da mendapat gelar Amd. keb. buutt... setelah itu untuk nyari kerjaan bukan perkara gampang, kebanyakan teman-temanku milih untuk menjadi Asisten Bidan sambil menunggu lowongan yang lebih baik. tapi aku nggak pengen nyoba jadi asisten bidan karena alasan tertentu. dalam waktu setahun sukses nganggur, pernah sekali waktu bekerja sebagai anak magang di suatu perusahaan pialang berjangka, salah jurusan memang dan gak dapat gaji karena gak berhasil mendapatkan 'client' karena perusahaan semacam ini mempunyai resiko besar kerugian karena itu banyak yang sudah enggan kalo ditawari macam gini, tapi untungnya juga gede kalo yang udah paham cara kerjanya.
setelah nganggur selama setahun, akhirnya aku mutusin buat lanjut kuliah dan pilihan kuliah juga banyak, lanjut D4 kebidanan/S1 kebidanan atau S1 kesehatan masyarakat.
kalo D4 kebidanan banyak dibuka di berbagai perguruan tinggi swasta ataupun negeri. pernah daftar sekali, gagal dan gak pengen nyoba lagi.
setelah itu pernah daftar kuliah S1 kebidanan, kalo in belum banyak perguruan tinggi yang buka. salah satunya yang dikuba di UNAIR (Universitas Airlangga), buuut pas mau daftar sudah gagal duluan karena persyaratan kurang. (catatan buat teman-teman yang mau daftar kuliah pastikan pilih yang sudah terakreditasi baik program studi maupun institusinya minimal B) kenapa? yaitu jadinya nanti kayak aku kalo mau daftar-daftar syaratnya ada aja yang kurang.
akhirnya aku daftar kuliah S1 kesehatan masyarakat, daftar di UAD tapi gagal akhirnya langung daftar di 2 tempat yaitu Stikes Wira Husada di babarsari, Jogja dan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). akhirnya 2duanya diterima. berat banget sebenernya buat ninggalin Jogja tapi akhirnya ninggalin zona nyaman dan lebih milih kuliah di UNIMUS.




